💬 Tips & Reflections (Tentang Proses Menulis Lagu)
Ada kalanya proses menulis lagu terasa seperti perjalanan panjang di tengah malam—sepi, penuh ide, tapi sulit menemukan arah. Menulis lagu bukan sekadar merangkai kata dan melodi, tapi bagaimana kita menuangkan perasaan menjadi sesuatu yang bisa didengar dan dirasakan orang lain.
Waktu membuat lagu, saya agak sedikit kesulitan menggunakan bahasa Inggris. Pertama, karena takut grammar-nya salah. Kedua, penguasaan bahasa saya juga belum begitu baik. Tapi justru dari situ saya belajar banyak. Saya menggunakan ChatGPT sebagai pemoles lirik, lalu saya perbaiki sendiri agar tetap punya nuansa pribadi. Setelah itu baru saya menentukan genre yang ingin saya gunakan.
Saya menggunakan Sunō AI untuk membuat musik. Namun, tidak semua hasil langsung cocok. Terkadang musik yang sudah jadi harus saya aransemen ulang agar terdengar lebih baik dari versi sebelumnya. Kadang saya menambahkan suara saxophone, biola, atau backing vocal untuk mempercantik lagunya. Pemilihan warna suara juga penting—baik itu suara pria maupun wanita, semua memberi rasa yang berbeda pada lagu.
Yang paling saya perhatikan adalah alunan musiknya. Jujur saja, tidak semua orang menyukai musik yang saya buat, mungkin karena selera mereka berbeda. Tapi bagi saya, prosesnya jauh lebih penting daripada hasilnya. Saya mendalami pembuatan musik dengan AI sampai akhirnya saya menemukan apa yang benar-benar saya cari.
Di awal pembuatan lagu, saya juga sempat mengalami kesulitan ketika menggunakan ChatGPT untuk menulis lirik. Ada beberapa kata yang terus berulang di hampir setiap lagu—seperti “coffee cup”, “light”, dan beberapa kata lainnya. Itu sempat membuat saya frustrasi, tapi lama-kelamaan saya belajar mengatasinya. Saya mulai memahami bahwa membuat lagu bukan tentang suara yang sempurna, melainkan tentang perasaan yang kita tuangkan ke dalamnya.
Perkembangan teknologi, khususnya di bidang seni, membawa kita ke dunia yang sama sekali baru—sesuatu yang dulu tidak pernah kita bayangkan. Kini, AI bukan hanya alat bantu, tapi juga teman berproses. Dan bagi saya, teknologi tidak pernah menggantikan hati; ia hanya memperluas cara kita mengekspresikan diri.
Karena pada akhirnya, musik terbaik bukanlah yang paling canggih, tapi yang paling jujur.
— J Left, MySoundJourney
No comments:
Post a Comment